TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 18 Agustus 2017 - 26 Zulqaidah 1438 H

Ribuan Sapi Masih Tertahan di Kupang

Ilustrasi - (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Kupang, (Antara Sumbar) - Ribuan ekor sapi milik sejumlah pengusaha sapi di daratan Pulau Timor yang akan dikirim ke DKI Jakarta dan provinsi lain di Indonesia tertahan di Balai Karantina Hewan Tenau Kupang akibat belum beroperasi Kapal Tol Laut Cemara Nusantara I.

"Belum beroperasi kapal tersebut akibat tender pengadaan sapi dari pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan untuk tahun 2016 telah berakhir Desember lalu," kata Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi, di Kupang, Kamis.

Secara aturan, menurutnya, proses pemenangan tender untuk memulai kontrak baru dan pemenang tender baru tahun 2017 dikendalikan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Karena itu, masalah Kapal Cemara Nusantara I yang belum beroperasi bukan menjadi tanggung jawab atau kewenangan dari Pemerintah Provinsi NTT baik itu Dinas Peternakan atau gubernur NTT.

"Kami tidak berwenang untuk mengurus lelang tender tersebut, karena memang itu bukan tugas kami," ujar mantan Kadis Pertambangan NTT itu pula.

Menurut informasi yang ia peroleh dari Kementerian Perhubungan sudah ada 12 perusahaan yang akan memasukkan usulan untuk mengurus dan memperlancar program kapal tol laut tersebut.

Namun hingga saat ini baru ada satu pihak yang memasukkan usulan tersebut yakni dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelni).

"Sesuai dengan aturan pelelangan maka pemerintah tidak harus langsung tunjuk satu-satunya pengusul tersebut. Karena itu proses pelelanggan akan diulang kembali dengan tujuan agar banyak pihak yang ikut dalam lelang tersebut," ujarnya lagi.

Namun ia mengatakan walaupun bukan wewenang Pemprov NTT, tetapi akan berusaha meminta kepada pemerintah pusat agar segera ditetapkan siapa yang layak mengurus pengelolaan kapal tol laut itu.

"Kami berharap agar akhir bulan ini proses tender kapal ternak itu sudah ada, sehingga tidak membuat pengusaha kita menunggu lama," ujarnya lagi.

Selama dua bulan terakhir ini Kapal Cemara Nusantara I masih terus berlabuh di antara Pulau Semau dan Pulau Timor sambil menunggu tender pemenang yang mengurus soal pengiriman sapi tersebut.

Pengusaha sapi dari Kupang Helda Kota Diah mengaku selama ini proses distribusi sapi memang terkendala, dari informasi yang ia dengar belum keluar SK gubernur tentang kuota sapi dan belum ada tender baru soal kapal tol laut itu.

"Selama ini kami belum bisa mengirimkan sapi. Kami berharap agar sosialisasi soal SK gubernur mengenai kuota pengiriman sapi itu segera dilaksanakan. Kemudian masalah kapal tol laut itu segera beroperasi, mengingat disayangkan kapal tersebut hanya berlabuh di tengah laut tanpa digunakan," katanya lagi. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga