Selasa, 22 Agustus 2017 - 30 Zulqaidah 1438 H

Pemkot Padang Segera Tuntaskan Masalah Lahan Tidur

Walo Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat, segera menuntaskan permasalahan terkait tanah terlantar dan lahan tidur yang tidak termanfaatkan di beberapa kecamatan di daerah tersebut.

"Sistem yang digunakan tetap dengan konsolidasi yang memberikan keuntungan pada semua pihak," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah di Padang, Jumat.

Ia mencontohkan lahan tidur yang mencapai 286 hektare di Koto Tangah secara perlahan akan segera dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

Dia mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membuka lahan pertanian seperti menanam cabai dan bawang.

Disamping itu pihaknya juga akan memperkuat regulasi terkait pemanfaatan tanah tersebut.

"Bila perlu kami akan naikkan pajak tanah tersebut bila masih tidak termanfaatkan," ujarnya.

Dalam hal ini dia akan menerapkan pola kekeluargaan dan menjaga hubungan baik.

Bila perlu, katanya tidak perlu menempuh jalur hukum bila bisa diselesaikan dengan sistem tersebut.

"Di kota beberapa kelompok masyarakat mulai memanfaatkan lahan tidur jadi produktif," kata dia.

Seperti di Tabing yang menanam cabai dan hasilnya telah cukup produktif.

Ke depan, kata dia melalui koordinasi dengan berbagai instansi seperti Badan Pertanahan Nasional atau Dinas Pertanian akan dipercepat upaya ke arah tersebut.

"Diharapkan lahan tidur nanti bisa jadi penyuplai ketahanan pangan melalui produktivitas tanaman yang bermanfaat secara ekonomi," katanya.

Sementara itu pengamat bidang kebijakan publik dari Universitas Andalas Padang, Dr Aidinil Zetra mengatakan terkait tanah dan bangunan, pengambilan pajak harus lebih serius.

Dengan begitu pendapatan daerah akan meningkat dari pajak tersebut.

Untuk ke arah situ kata dia, identifikasi terkait pemetaan tanah dan bangunan tersebut harus tepat. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga