Pemkab Rehabilitasi 60 Unit Rumah Tidak Layak

id Bedah Rumah

Painan, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), akan merehabilitasi 60 unit rumah tidak layak huni (RTLH) daerah setempat pada 2017.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pesisir Selatan, Roli Buchari di Painan, Senin, mengatakan pelaksanaan rehabilitasi RTLH akan difokuskan di empat nagari (desa adat) pada Kecamatan Linggo Sari Baganti.

Rehabilitasi rumah tersebut, ujarnya dilaksanakan dengan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.

Ia menjelaskan program tersebut dibagi menjadi dua kategori diantaranya pembangunan baru dengan dana Rp30 Juta per unit dan peningkatan kualitas dengan dana Rp15 Juta per unit.

Ia menjelaskan dipilihnya beberapa nagari di Kecamatan Linggo Sari Baganti karena pada daerah tersebut terdapat lebih banyak RTLH jika dibanding kecamatan lainnya.

Selain itu kata dia, program tersebut sengaja difokuskan pada sebuah kecamatan dimaksudkan agar pemetaan RTLH lebih mudah sebagai acuan rehabilitasi rumah berikutnya.

Roli mengatakan sesuai data Tim Nasional Perencanaan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) 2016 di Pesisir Selatan setidaknya terdapat 6.300 unit RTLH yang tersebar di 15 Kecamatan dan 182 nagari yang ada.

"Dengan RTLH yang mencapai ribuan tentu tidak seimbang dengan APBD kabupaten walau demikian kami akan berupaya menjangkau program rehab rumah baik dari provinsi maupun pusat," kata dia.

Ketua Tim Penggerak PKK Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni mengaku terus menggalang dana dalam upaya merehabilitasi RTLH di daerah itu.

"Pesisir Selatan terus menggaungkan Program Dunsanak Membantu Dunsanak dengan harapan semakin banyak penderma maka semakin banyak pula rumah yang bisa direhab," kata dia.

Ia menyebutkan berkat kebersamaan masyarakat Pesisir Selatan baik yang berada di daerah itu atau pun di perantauan setidaknya puluhan rumah telah direhabilitasi pada 2016. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar