Selasa, 27 Juni 2017 - 3 Syawwal 1438 H

Harga Getah Karet di Pasaman Kembali Naik

Getah karet. (ANTARA FOTO)
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Harga bahan olahan karet di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, kembali naik dari Rp8.000 menjadi Rp11.000 per kilogram yang menggairahkan para petani di daerah itu untuk menyadap.

Suwardi (50), warga Jorong Rumbai, Nagari Muaro Tais Kecamatan Mapattunggul, Senin, mengatakan kenaikan harga komoditas karet ini sudah terjadi sejak dua minggu lalu.

"Harganya mulai Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogramnya. Itu tergantung kadar air yang ada di dalam karet," ujarnya.

Menurutnya, dengan kembali naiknya harga karet ini membuat para petani kembali mengolah kebunnya.

"Jika harga karet turun, bahkan pernah hingga Rp5.000 per kilogram membuat petani tidak bergairah untuk mengolah lahannya. Namun kita bersyukur, mudah-mudahan harganya terus naik," katanya.

Ia mengatakan sebelumnya jika harga harga karet turun para petani di daerah itu mencari sumber penghasilan lain menjadi buruh di daerah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak.

"Apalagi anak saya ada yang sedang mengikuti pendidikan di perguruan tinggi dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tapi sekarang kami sangat terbantu dengan naiknya harga karet ini," katanya.

Sementara itu, Syawal (43) warga Benai, Kecamatan Mapattunggul mengatakan mayoritas penghasilan ekonomi utama masyarakat di Mapattunggul dari berkebun karet.

"Sekitar 80 persen masyarakat di sini menghidupi keluarganya dari hasil karet. Jika harga karet naik tentu saja membuat ekonomi maayarakat di sini membaik," katanya.

Pengumpul (toke) karet di Kecamatan Mapattunggul, Andre (35) mengatakan saat ini untuk karet kualitas bagus mencapai Rp12.000 per kilogram.

"Sedangkan harga karet yang masih kotor sebesar Rp11.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan dengan naiknya harga karet ini membuat para petani kembali bersemangat menyadap karetnya.

"Jika harganya sudah tinggi maka petani karet sudah mampu untuk memupuk karetnya sehingga hasil olahan karet masyarakat meningkat. Kalau selama ini karet kurang terawat dan dibiarkan terlantar," katanya.(*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga