Rabu, 18 Oktober 2017 - 28 Muharram 1439 H

Kepulauan Mentawai Ingin Masuk Rute TdS 2017

Yudas Sibaggalet (Antara)
Padang (Antara) - Sebanyak 17 kabupaten/kota dilibatkan dalam rute Tour de Singkarak (TdS) 2016 yang telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dua kabupaten tidak dimasukkan dalam rute TdS 2016, yaitu Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kabupaten Solok Selatan tidak dimasukkan dalam rute dikarenakan faktor geografis yang sedang berada dalam kondisi tidak memungkinkan, adanya longsoran pinggiran bukit di daerah tersebut. Sementara, Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak dimasukkan rute karena kondisi geografis yang secara permanen dianggap tidak memungkinkan, yaitu karena terdiri dari banyak kepulauan. Hal ini disayangkan oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat potensial untuk dimasukkan dalam rute TdS.

“Saya berpikir, pariwisata di Kepulauan Mentawai berbeda dan unik. Alangkah bagusnya Kepulauan Mentawai dimasukkan dalam rute TdS. Pariwisata darat dipadukan dengan pariwisata laut di Mentawai akan melengkapi upaya pemerintah untuk mengeskpos kepariwisataan daerah Sumatera Barat,” ungkap dia baru-baru ini kepada ANTARASUMBAR.

Menurut dia, bukan hal yang mustahil Kepulauan Mentawai dilibatkan dalam iven internasional tersebut. Justeru, dikatakannya, kepulauan ini akan melengkapi karena benar-benar menjadi representasi kepariwisataan Sumbar yang komprehensif.

“Sekarang, kami sedang menyiapkan Trans Mentawai. Untuk Sipora saja ada 77 km. Sementara, untuk Siberut ada 200 km. Tahun depan, target kami, minimal Sipora selesai. Kan bisa, kegiatan ini dibuka di Mentawai. Atlet dibawa ke Mentawai, sepedanya bisa pakai kapal Gambolo atau Kapal Ambu Ambu. Semua bisa diatur, jika mau. Pembukaan bisa di Mentawai, dan atlet bisa jalan 20 km terlebih dahulu. Baru kemudian agenda berikutnya start di Padang,” urai dia.

Diingatkan soal biaya yang berkemungkinan sangat besar untuk itu, Yudas menjawab yakin bahwa pemerintah pasti bisa mengaturnya. “Kalau biaya itu relatif. Jika mau, semua bisa include. Bukan hal yang tidak mungkin untuk membuka TdS di Mentawai,” tekannya.

Yudas optimis, Kepulauan Mentawai sangat dikenal dunia luar. Dengan dimasukkan Kepulauan Mentawai dalam rute TdS, Sumbar akan semakin dikenal bukan hanya dengan wisata darat yang menonjolkan view, tapi juga wisata laut yang sangat kaya dengan Kepulauan Mentawai menjadi salah satu pendukungnya.

“Saya menyayangkan Kepulauan Mentawai tidak dimasukkan rute TdS. Apalagi sekarang teknologi di kepulauan kami semakin baik. Penginapan jangan ditanya,” tambah dia.

Yudas menyatakan, dirinya akan berupaya agar Kepulauan Mentawai terus dikenal, sebagai bagian dari Sumbar yang membanggakan. “Kita merencanakan membuat iven internasional yang menggabungkan olahraga renang, sepeda, dan lari sekaligus. Menurut saya, ini bukan hal yang mustahil,” tandas dia.




Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ikhwan Wahyudi
Padang, (Antara Sumbar) -Waktu menunjukan pukul 06.50 WIB saat bunyi bel memecah keceriaan pagi di SD Bustanul Ulum yang ...
Baca Juga