Kamis, 24 Agustus 2017 - 2 Zulhijjah 1438 H

ICMI: Media Berperan untuk Kemerdekaan Palestina

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). (Antara)
Jakarta, (Antara Sumbar) - Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Mohammad Ja'far Hafsa mengatakan peran media sangat penting sebagai "second diplomacy" sebagai pendorong bersatunya umat muslim dunia bagi kemerdekaan Palestina serta konflik di kawasan Timur Tengah.

Ja'far di Jakarta, Kamis, mengatakan Palestina dulu juga menjadi negara yang mendukung kemerdekaan Indonesia pertama kali di Timur Tengah, karenanya sudah sepantasnya Indonesia pun mendukung kemerdekaan negara tersebut.

"Yang utama adalah bagaimana Palestina itu sendiri menyamakan persepsi atau cara pandangnya dalam mengatasi persoalan. Persatuan antarwarga Palestina itu sendiri diperlukan sebagai modal utama mencari solusi kemerdekaan Palestina," ujar dia.

Selanjutnya, ia mengatakan media dapat ikut berperan besar dalam mendorong bersatunya umat Islam di seluruh dunia dalam berbagai hal, khususnya penyelesaian masalah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Untuk itu, menurut dia, ICMI sangat mengapresiasi Konferensi Media Islam Internasional (International Conference of Islamic Media/ICIM) 2016 diselenggarakan oleh Kantor Berita Islam MINA (Miraj Islamic News Agency) bekerja sama dengan Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA, Radio Silaturahim, Harian Republika, Lembaga Kemanusiaan MER-C, LSM Kepalestinaan Aqsa Working Group (AWG), Mahad Al-Fatah Indonesia, serta didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI, dan Kementerian Kominfo RI di Jakarta 25-26 Mei 2016.

Ia mengatakan ICMI berharap penyelenggaraan Konferensi Media Islam Internasional ICIM dapat menjadi momen strategis di tengah semakin meningkatnya dukungan negara-negara di dunia terhadap kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha.

"Ya, sebagai organisasi Cendekiawan Muslim tentu kami dukung konferensi ini," katanya.

Terlebih, isi dalam Pembukaan UUD 1945 jelas menentang setiap penjajahan di muka bumi salah satunya di Palestina saat ini.

Ja'far juga mengatakan isu kemerdekaan Palestina adalah selalu menjadi sorotan di Indonesia, melihat beberapa waktu lalu Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (KTT LB OKI) sengaja diselenggarakan di Indonesia juga mengangkat isu Palestina.

"Pemerintah Indonesia tentu sangat serius melihat dan terus memantau juga ikut menyelesaikan persoalan-persoalan di Palestina," ujar dia. (*)




Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Desca Lidya Natalia
     "Jadi Pak ni kalau mau jujur Pak, Saya sampek bilang 'Pak boleh gak sih saya ngomong? KPK itu independen apa ...
Baca Juga