Minggu, 22 Oktober 2017 - 2 Safar 1439 H

Pesisir Selatan Butuh Investor Pabrik Pengolahan CPO

Kelapa sawit. (ANTARA SUMBAR/Joko Nugroho)
Painan, (Antara Sumbar) - DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menyebutkan bahwa daerah itu masih kekurangan investor untuk membangun pabrik pengolahan crude palm oil (CPO).

"Hingga saat ini hanya ada lima investor pengelola CPO, padahal 11 dari 15 kecamatan di kabupaten ini hampir sebagian besar masyarakatnya merupakan petani kelapa sawit," kata anggota Komisi III, DPRD Pesisir Selatan, Zarfideson di Painan, Kamis.

Akibatnya, ujar dia, harga tandan buah segar (TBS) di kabupaten itu cenderung tidak stabil karena tidak adanya persaingan harga.

"Bahkan harga terendah pernah mencapai Rp300 per kilogram, kejadian ini sungguh tidak masuk akal tapi mau bagaimana lagi disini tidak terjadi persaingan," tambahnya.

Ia menjelaskan akibat kekurangan investor pengelola CPO, TBS di daerah itu bahkan diperjualbelikan oleh pedagang pengumpul hingga ke luar daerah bahkan provinsi.

"Dengan perjalanan sejauh itu pedagang pengumpul masih untung begitu juga dengan perusahaan pembelinya, bisa dibayangkan kesejahteraan petani kelapa sawit apabila banyak investor disini," lanjutnya.

Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah kabupaten setempat untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin masuk ke daerah itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Pasar dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Pesisir Selatan, Erdianto mengatakan pihaknya terus membuka kesempatan investor menanamkan modal di daerah itu.

"Beberapa investor telah melakukan penjajakan, mudah-mudahan penjajakan itu berakhir dengan pendirian perusahaan," sebut dia. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga