Senin, 23 Oktober 2017 - 3 Safar 1439 H

Seorang Warga Agam Luka Parah Digigit Buaya

Lubuk Basung, (Antara) - Seorang warga Manggopoh Utara, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Adi Putra (16) diserang seekor buaya mengakibatkan luka parah pada ke dua kakinya saat mandi di Sungai Masang, Senin (2/4) sekitar pukul 06:30 Wib.

"Beruntung saya dapat menyelamatkan diri setelah gigitan buaya itu lepas dan ia langsung menuju daratan. Saya langsung naik ke daratan sembari meminta pertolong kepada orang tua saya," kata Adi Putra di Lubuk Basung, Senin.

Setelah itu orang tuanya datang ke lokasi dan melihat ke dua lutut dan betisnya mengeluarkan darah.

"Ayah langsung membawa saya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung menggunakan sepeda motor," tambahnya.

Sesampai di RSUD Lubuk Basung, ia langsung mendapatkan perawatan secara intensif dari pihak dokter.

Ia menyebutkan awal mula kejadian terjadi saat dia sedang mandi di Sungai Masang. Tiba-tiba buaya dengan panjang sekitar dua meter langsung menyerang dan menggigit kakinya.

"Buaya tersebut langsung menggigit ke dua kaki saya dan langsung dilepaskan. Saat dilepaskan saya langsung menyelatkan diri ke daratan," kata siswa kelas tiga SMPN 1 Muaro Putih.
Selama ini, ia dan keluarga yang lain sering mandi Sungai Masang dengan jarak sekitar 50 meter dari rumah dan tidak pernah diserang buaya.

Sementara itu, Direktur RSUD Lubuk Basung Bakhrizal menambahkan, korban mengalami luka serius pada ke dua betis dan lutut.

Pada betis sebelah kiri, tambahnya, mengalami luka dengan kedalaman dua centimeter dan lebar sekitar tiga sentimeter. Sementara betis kanan dan kedua lutut korban luka dengan lebar dan kedalaman sekitar satu centimeter.

"Korban sudah mendapatkan pertolongan dari dokter," katanya.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Syahrial Suharto, mengimbau kepada warga yang tinggal di sekitar Sungai Masang tidak melakukan aktivitas di sungai tersebut, karena kasus gigitan ini sudah sering terjadi di sungai itu akibat habitatnya terganggu.

"Kita telah menyososialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas di daerah itu," katanya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga