Sabtu, 22 Juli 2017 - 28 Syawwal 1438 H

2015, Penduduk Miskin Sumbar Turun

Ilustrasi. Sejumlah warga beraktifitas di kawasan kumuh pinggir rel kereta api Stasiun Senen, Jakarta. (ANTARA FOTO/ Rendhik Andika)
Padang, (AntaraSumbar) - Bank Indonesia perwakilan Sumatera Barat mencatat kondisi kesejahteraan masyarakat di provinsi itu meningkat ditandai dengan turunnya jumlah penduduk miskin pada semester II 2015.

"Membaiknya kesejahteraan masyarakat tercermin dari turunnya jumlah penduduk miskin menjadi 349,5 ribu jiwa pada September 2015 dibandingkan Maret 2015 yang mencapai 379,6 ribu jiwa," kata Kepala perwakilan BI Sumbar Puji Atmoko di Padang, Kamis.

Ia menyampaikan hal itu dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumbar Triwulan IV yang diterbitkan BI perwakilan Sumbar.

Menurutnya di tengah perlambatan ekonomi penurunan jumlah penduduk miskin terutama terjadi di perdesaan sebanyak 30,5 ribu jiwa, dengan total penduduk miskin mencapai 231 ribu jiwa.

Sementara penduduk miskin di perkotaan sedikit meningkat sekitar 400 jiwa, dengan total penduduk miskin mencapai 118,5 ribu jiwa, kata dia.

Ia menyampaikan mayoritas penduduk miskin berdomisili di daerah perdesaan mencapai 66 persen, sementara penduduk miskin yang tinggal di daerah perkotaan hanya sekitar 34 persen dari total keseluruhan penduduk miskin di Sumbar.

Dikatakan, meski garis kemiskinan terindikasi meningkat, kondisi kesejahteraan masyarakat relatif membaik ditandai dengan garis kemiskinan yang mencapai Rp403.947 per kapita per bulan atau meningkat dari sebelumnya sebesar Rp384.277 per kapita per bulan pada Maret 2015.

Terkait pengeluaran terhadap komoditas makanan dan non makanan, komoditas makanan mempunyai peran jauh lebih besar terhadap garis kemiskinan dibandingkan komoditas non makanan, lanjutnya.

Menurut dia di perdesaan pertumbuhan garis kemiskinan yang meningkat cukup signifikan terutama ditujukan untuk pengeluaran komoditas makanan, sedangkan garis kemiskinan untuk makanan di perkotaan relatif stabil.

Di sisi lain indeks pembangunan manusia (IPM) Sumbar mencapai 69,36 pada 2014 yang relatif cukup baik dan berada pada peringkat ketiga tertinggi di Sumatera.

Ia menjelaskan indikator IPM digunakan untuk mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup seperti angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Sumbar, Ali Asmar menyebutkan angka kemiskinan di provinsi itu dalam lima tahun terakhir turun dari 9,50 persen menjadi 7,31 persen.

Ia menyebutkan pada 2010 kemiskinan di Sumbar berdasarkan pendataan Maret 9,50 persen, 2011 9,04 persen, 2012 8,19 persen, 2013 8,14 persen, 2014 7,14 persen dan 2015 tinggal 7,31 persen. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Ira Febrianti
Padang, (Antara Sumbar) - Dalam keseharian, kita mengenal sebutan karakter sebagai suatu tindakan yang sudah menjadi kebiasaan ...
Baca Juga