Senin, 23 Oktober 2017 - 3 Safar 1439 H

Kapal Perang AS Dekati Pulau Diklaim Tiongkok

Washington/Shanghai, 31/1 (Antara/Reuters) - Kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di sekitar 12 mil laut dari pulau diklaim Tiongkok dan dua negara lain di Laut Tiongkok Selatan, Sabtu.

Ulah itu adalah upaya menentang pembatasan kebebasan melintasi wilayah perairan tersebut, kata pejabat Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.

Tindakan AS itu memicu tanggapan keras dari Beijing.

Tiongkok mendaku sebagian besar wilayah Laut Tiongkok Selatan, yang setiap tahun dilintasi kapal niaga dunia bernilai lebih dari lima triliun dolar AS. Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, dan Taiwan sama-sama mendaku wilayah itu.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis menyatakan tidak ada kapal dari militer Tiongkok di sekitar kapal perusak berpeluru kendali USS Curtis Wilbur saat melintas dekat Pulau Triton di Kepulauan Paracel.

AL-AS menggelar latihan serupa pada Oktober yang mana kapal perusak rudal Lassen berlayar mendekati salah satu dari pulau buatan Tiongkok juga memicu teguran dari Beijing.

"Operasi ini menentang upaya negara yang sama-sama mengajukan klaim - Tiongkok, Taiwan, dan Vietnam - untuk membatasi hak dan kebebasan berlayar," kata Davis yang menunjukkan posisi AS sangat krusial di jalur laut yang menjadi pembicaraan perairan internasional.

Davis meambahkan bahwa operasi terakhir berusaha untuk menentang kebijakan yang mengharuskan izin terlebih dulu atau pemberitahuan transit di wilayah perairan. Menurut dia, AS tidak mengambil posisi di dalam persaingan klaim kedaulatan atas lahan yang terbentuk secara alamiah di Laut Tiongkok Selatan.

"Tidak boleh ada pihak yang mengharuskan pemberitahuan terlebih dulu untuk transit. Ini selaras dengan prosedur biasa dan hukum internasional," kata Davis.

Tiongkok mengecam tindakan provokasi AS itu.

"Kapal perang AS melanggar aturan yang relevan dengan Undang-Undang Tiongkok karena memasuki wilayah teritorial Tiongkok tanpa mengajukan izin terlebih dulu. Dan pihak Tiongkok punya aturan yang relevan termasuk pengawasan dan peringatan," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Kementerian Pertahanan Tiongkok menganggap tindakan AS sengaja memprovokasi, tidak bertanggung jawab, dan sangat berbahaya.

Dikatakannya juga bahwa kapal Angkatan Laut Tiongkok menanggapi, melaksanakan pemeriksaan jati diri dan segera
memberikan peringatan kepada kapal untuk menjaga jarak.

"Tanpa memperhatikan apa pun langkah provokasi AS, militer Tiongkok akan mengambil semua tindakan yang perlu untuk mengamankan kedaulatan dan keamanan nasional dengan sungguh-sungguh," kata Kementerian Pertahanan Tiongkok menyimpulkan.

Operasi yang diikuti panggilan dalam Kongres terhadap pemerintahan Obama untuk menindaklanjuti operasi bulan Oktober.

Pada bulan ini, Ketua Senat Angkatan Bersenjata Coee mengkritik Obama atas tertundanya kebebasan patroli pelayaran.

Senator John McCain mengizinkan Tiongkok untuk melanjutkan mengejar ambisi teritorialnya di kawasan, termasuk dengan mendaratkan pesawat di pulau buatan di Kepulauan Spratly.

Dalam pernyataannya, Sabtu, McCain mengaku didorong oleh pemberitaan.

McCain menambahkan bahwa operasi tersebut untuk menentang klaim maritim berlebihan yang membatasi hak dan kebebasan AS.*




Editor : Miko Elfisha

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Atman Ahdiat
Semangat Pemerintah Daerah Sumatera Barat untuk memacu pertumbuhan di sektor pariwisata terpancar pada Forum Investasi Regional ...
Baca Juga