Selasa, 27 Juni 2017 - 3 Syawwal 1438 H

Komandan Denpom Pasaman Ajak Masyarakat Kumpulkan Barang Bekas

Lubuk Sikaping, (Antara) - Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/4-4 Pasaman, Sumatera Barat, mengimbau masyatakat setempat untuk dapat terlibat dalam kegiatan bakti sosial, salah satunya dengan mengumpulkan barang bekas, dan kemudian disumbangkan pada yayasan sosial.

Komandan Sub Denpom 1/4-4 Pasaman, Kapten Lukas di Lubuk Sikaping, Rabu, mengatakan, jika setiap masyarakat, mau untuk mengmpulkan barang bekas di rumah mereka masing-masing, saya yakin, masyarakat lain yang membutuhkan bantuan akan dapat terbantu, karena hasil dari mengumpulkan barang bekas itu dapat disumbangkan kembali kepada mereka dalam bentuk uang, sembako ataupun lain sebagainya.

"Jika masarakat ingin menyumbangkan barang bekas yang ada di rumah bisa diantarkan langsung ke Jl. H. Agus Salim, Nagari Pauah, Lubuk Sikaping dan jalan Tuanku Rao, Nagari Durian Tinggi, Nomor 24," kata Lukas.

Ia menambahkan, memanfaatkan barang bekas tersebut untuk disumbangkan merupakan tugas yang mulia dan hasilnya bisa diberikan pada orang-orang yang membutuhkan, seperti yang telah saya lakukan dan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain didaerah ini.

Ia menjelaskan, dirinya telah mulai melakukan kegiatan mengumpulkan barang bekas tersebut dalam tiga bulan terakhir, saat ada waktu luang, disela kegiatan rutin didalam kemeliteran, dan lahan kosong di rumah pribadi saya telah ada satu per satu karung berisikan barang bekaspun mulai yang terkumpul.

"Ini bukan untuk mencari materi atau dijual ke pengepul barang bekas, melainkan barang-barang tersebut nantinya akan disumbangkan ke Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Wilayah Sumatera Barat di jalan Hos Cokroaminoto nomor 98, Padang," jelasnya.

"Barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan lagi sering kita buang dengan cuma-cuma seperti tube pasta gigi, botol shampo, kaleng makanan, botol minuman, ban bekas, kertas, karton dan sebagainya, padahal, di mata orang yang cerdas dalam hal ini Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, barang-barang tersebut masih mempunyai nilai manfaat dan nilai ekonomis," katanya.

Ia menambahkan, bahkan lebih dari itu, barag-barang yang terbuang tersebut, juga bisa dihasilkan untuk kegiatan bakti sosial bagi orang-orang yang tidak mampu.

"Kegiantan ini memberi semangat baru untuk menjalani aktivitas, dimana, hasil jerih payahnya dari mengumpulkan barang bekas itu bisa disumbangkan, dan berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam mengumpulkan barang-barang bekas ini," katanya. (*)


Editor : Mukhlisun

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga