TENTANG KAMI | INDEX | REDAKSI | IKLAN | RSS | PETA | KONTAK | KETENTUAN | FORUM | FACEBOOK | Twitter | REGISTER | SIGN IN
Jumat, 18 Agustus 2017 - 26 Zulqaidah 1438 H

Menpar: Danau Toba Masuk 10 Prioritas Nasional

Danau Toba.
Berastagi, (AntaraSumbar) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Danau Toba telah dimasukkan dalam 10 prioritas tujuan wisata nasional karena memiliki potensi wisata yang besar.

"Danau Toba salah satu kebanggaan Indonesia yang memadukan keindahan alam dengan budaya pesisir danau," katanya ketika membuka Festival Danau Toba di kawasan Pasar Buah Berastagi, Kabupaten Karo, Kamis.

Menurut Menpar, disebabkan telah dimasukkan dalam 10 besar prioritas nasional, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan dalam pengembangan Danau Toba.

Kebijakan tersebut dimulai dari penyiapan badan khusus untuk mengelola manajemen pemberdayaan potensi danau yang mengelilingi tujuh kabupaten di Sumut itu.

Kemudian, akan dilakukan revitalisasi potensi di kawasan Danau Toba dengan memperbaiki infrastruktur jalan, air, dan listrik.

"Pembentukan badan pengelola Danau Toba itu sedang dalam proses penyelesaian," katanya.

Ia mengatakan pemerintah telah memberikan perhatian yang sangat serius terhadap sektor kepariwisataan karena mampu menyerap tenaga kerja enam kali lebih banyak.

Pada tahun-tahun sebelumnya, sektor kepariwisataan mampu menyerap sekitar 11 juta tenaga kerja dan menghasilkan devisa berkisar 11 miliar dolar AS.

Pada 2020, penerimaan negara dari sektor pariwisata juga akan lebih besar dari sektor minyak. "Karena itu, banyak negara memprioritaskan pengembangann potensi wisata," kata Menpar.

Untuk Sumut yang memiliki Danau Toba dan berbagai potensi wisata lain, pihaknya memproyeksikan pendapatan mencapai Rp30 triliun pada tahun 2019.

Untuk merealisasikan proyeksi itu, pemangku kebijakan sektor kepariwisataan di Sumut diminta mampu membuat agenda wisata yang berskala internasional.

Ia mencontohkan penyelenggaraan "Tour de Toba". "Nanti akan kita undang para 'bikers' dunia untuk membuat lomba di Danau Toba," katanya.

Proyeksi itu diperkirakan dapat diwujudkan, terutama dengan keberadaan geopark kaldera Toba yang diharapkan sudah mendapatkan sertifikasi dari Unesco pada 2017.

Selain itu, pemangku kepentingan di Sumut diharapkan dapat terus melestarikan seni, budaya, dan potensi kepariwisataan yang ada di provinsi itu.

"(Seni dan budaya) semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan," kata Menpar. (*)


Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Fathul Abdi
Teknologi informasi kian hari kian berkembang. Jika dulu masyarakat melakukan segala sesuatu secara manual, kini bisa dilakukan ...
Baca Juga