Senin, 25 September 2017 - 5 Muharram 1439 H

Sektor Swasta Perlu Terlibat dalam Blue Economy

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo memandang perlu melibatkan sektor swasta dalam pengembangan dan kerja sama Blue Economy.

"Keterlibatan sektor swasta yang sesuai dengan pandangan dan prioritas APEC dinilai sangat penting," kata Sharif melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan bahwa setiap anggota APEC diorong untuk menggali masukan dari sektor swasta, termasuk usaha kecil dan menengah.

Sharif mengemukakan bahwa keterlibatan swasta merupakan bagian dari usaha untuk terus menguatkan komitmen bersama dan kerja sama internasional dalam mengembangkan Blue Economy serta penyusunan panduan dan rencana aksi regional pengembangan Sustainable Ocean Governance.

"Pengalaman menyatakan hanya melalui kerja sama yang erat, sumber daya laut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya melalui investasi dan perdagangan, inovasi teknologi, dan kerja sama antar-UKM," ujar Sharif.

Menurut Sharif, setiap negara anggota sepakat bahwa terdapat hubungan potensial antara blue economy, pembangunan berkelanjutan, dan pertumbuhan ekonomi secara khusus.

Blue Economy juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan upaya konservasi laut dan pesisir, pengembangan inovatif, serta reformasi dan pertumbuhan ekonomi yang merupakan tiga prioritas APEC 2014.

"Oleh karena itu, kami menyerukan kerja sama Blue Economy di kawasan Asia-Pasifik dan menegaskan kembali dukungan kuat kami untuk mengambil tindakan dalam mempromosikan konektivitas dan komunikasi di antara anggota APEC untuk memfasilitasi arus barang, jasa, perdagangan, dan investasi," jelas Sharif. (*/jno)

Editor : Joko Nugroho

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Riko Syaputra
Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Petugas Rumah Tahanan kelas II B Lubuk Sikaping kembali kecolongan setelah satu warga binaannya ...
Baca Juga